Blog

sarasehan

Hari ini adalah hari yang bersejarah. Mengapa? Karena di hari ini sejarah Prinses Juliana School (PJS) yang terputus di tahun 1945-1950 menemukan benang merahnya sehingga menjadi utuh kembali. Senin 9 Februari 2026, SMKN 2 Yogyakrta terpilih menjadi tempat untuk menyelenggarakan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Genie Pelajar (TGP) Eks Brigade XVII TNI ke-79 dan HUT Ikatan Keluarga Besar (IKB) Eks TGP Brigade XVII ke-49.  Hari ulang tahun tersebut diisi dengan Upacara bendera, tasyakuran, dan sarasehan.

Upacara dilaksanakan dengan khidmat di lapangan Indrapasta dengan dihadiri oleh IKB Eks TGP Brigade XVII TNI, Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMKN 2 & 3 Yogyakarta, serta siswa SMKN 2 & 3 Yogyakarta.  Pembina upacara yakni Bapak Ir. H. Harpianto Nugroho, M.M. selaku Ketua PP IKB Eks TGP. Beliau menyampaikan beberapa hal  yang menghubungkan antara PJS dan TGP. Mulai dari sejarah perjuangan, hingga semangat untuk terus berkembang.

Acara dilanjutkan dengan prosesi tasyakuran dan sarasehan di Aula Jonggring Saloka. Sebagai narasumber utama, yakni Bapak Kangko B Prasetyo (Yayasan Pendidikan Tunas Pembangunan Surakarta). Beliau menyampaikan bahwa TGP adalah para pelajar yang berbasis pendidikan teknik, baik sekolah teknik maupun sekolah menengah tinggi teknik yang tergabung dalam Brigade 17 (TNI) dan berjuang di era 1945-1950. Tugas utama TGP ialah melakukan penghadangan, merusak fasilitas musuh, menyusun serangan untuk menghambat gerakan musuh. Senjata utama yang digunakan diantaranya bom tarik, granat tangan, ranjau, dan senjata konvensional.

Pada kesempatan tersebut, beliau menuturkan dengan runtut sejarah PJS. Mulai dari berdirinya PJS di tahun 1919, Kogyo Gakkou Senmon Gakkou (1942-1943), SMTT & ST Jetis (1943-1952), hingga STM Negeri 1 Yogyakarta (1952). Selanjutnya, beliau bercerita tantang sejarah tentara di STM Jetis, keterlibatan siswa-siswa juga tugas-tugasnya. Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan pamflet yang berisi kronik TGP dari tahun 1945 – 1950. Ini merupakan jejak yang melengkapi sejarah PJS. Sebagai kenang-kenangan, TGP juga memberikan buku “Pelajar Pejuang TGP 1945-1950” dan “Lebur Hanyut dalam TGP”.

Sebagai perpustakaan yang menjadi bagian dari SMKN 2 Yogyakarta dan menggunakan nama Prinses Juliana School Library (PJS Library) sebagai brandingnya, mendapatkan informasi sejarah tersebut menjadi satu momen yang pantas untuk diabadikan.  Dengan nama PJS, kami tidak melupakan sejarah, tetapi justru memberikan gema dan menarik pelaku-pelaku sejarah untuk datang dan memberikan informasi serta menyusun kepingan-kepingan informasi tersebut menjadi jejak sejarah yang diwariskan untuk anak-anak bangsa.

Dengan semangat perjuangan TGP yang tanpa batas, dan semangat Skaduta yang istimewa pasti bisa, PJS berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan peradaban bangsa kita dengan semangat membaca sepanjang hayat berdaya semakin kuat. (usw)

Leave a Comment

Your email address will not be published.